Sabtu, 16 Februari 2013

Kotak Cinta


Di sebuah keluarga miskin, seorang ayah tampak kesal pada anak perempuannya yang berusia tiga tahun. Anak perempuannya baru saja menghabiskan uang untuk membeli kertas kado emas untuk membungkus sekotak kado.

Keesokan harinya, anak perempuan itu memberikan kado itu sebagai hadiah ulang tahun pada sang ayah.

“Ini untuk ayah,” kata anak gadis itu.

Sang ayah tak jadi marah. Namun ketika ia membuka kotak dan mendapati isinya kosong, meledaklah kemarahannya.

“Tak tahukah kamu, kalau kau menghadiahi kado pada seseorang, kau harus memberi sebuah barang dalam kotak ini?!”

Anak perempuan kecil itu menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca. Ia berkata terisak-isak, “Oh ayah, sesungguhnya aku telah meletakkan sesuatu ke dalam kotak itu.”

“Apa yang kau letakkan ke dalam kotak ini? Bukankah kau lihat sendiri kotak ini kosong?” hardik ayahnya.

“Oh ayah, sungguh aku telah meletakkan ribuan ciuman untuk ayah ke dalam kotak itu,” bisik anak perempuan itu.



Jumat, 15 Februari 2013

Kaca atau Baja


"PALU MENGHANCURKAN KACA, TAPI PALU MEMBENTUK BAJA..."

Apa makna dari pepatah kuno Rusia ini?

Jika jiwa kita rapuh spt kaca, maka ketika palu masalah menghantam kita, dgn mudah kita putus asa, frustasi, kecewa, marah & jadi remuk redam.

Jika kita adalah kaca, maka kita juga rentan terhadap benturan. Kita mudah tersinggung, kecewa, marah, atau sakit hati saat kita berhubungan dgn org lain. Sedikit benturan sdh lebih dari cukup utk menghancurkan hubungan kita.

Jgn pernah jadi kaca, tapi jadilah baja. Mental baja adalah mental yg selalu positif,
bahkan tetap bersyukur disaat masalah & keadaan sulit tengah menghimpitnya.


Mengapa demikian?

Org yg spt baja selalu menganggap bahwa masalah adalah proses kehidupan utk membentuknya menjadi lebih baik.

Sepotong besi baja akan menjadi sebuah alat yg lebih berguna setelah lebih dulu di proses & di bentuk dgn palu.

Kamis, 14 Februari 2013

Wanita Yang Disukai Pria


Pria semasa muda selalu melihat wajah dan tubuh wanita, saat ia memilih istri atau pacar. Apakah dia benar-benar mencintainya wanita itu atau tidak, itu tidaklah penting, yang terpenting adalah demi gengsi sang pria, “itulah alasan sebenarnya!”



Tapi acap kali pria setelah menginjak usia paro baya, baru menyadari bahwa kecantikan seorang wanita bukanlah terletak pada permukaan kulit, melainkan terletak pada sifatnya yang lembut dan murah hati, bertabiat sabar dan penuh pengertian. Ketika pria sedang resah dan gelisah, apabila sang wanita bisa menunjukkan perhatian menghibur dengan sedikit manja, mengatakan perkataan dengan lemah lembut, maka saat itu juga tidak perduli seberapa sibuk atau seberapa berat beban yang dipikul, si pria akan merasa lega.

Hanya saja wanita saat sekarang ini hanya memikirkan diri sendiri, bersuara lebih besar daripada pria, menghamburkan uang untuk bersolek, pakaian jika bukan bermerek tidak dipakai, tidak bisa memasak, tidak mengurus anak. Jika pria tidak mengerjakan pekerjaan rumah tangga maka ia akan mengadu kesana kemari sambil menangis meratap, sudah sepantasnya suami bersusah payah mencari nafkah.

Selasa, 12 Februari 2013

Raket Yang Hilang

Seorang anak lelaki tanpa sengaja merusakkan raket ayahnya. Karena takut, ia menyembunyikan raket itu di bawah tempat tidur kamarnya.

Setiap kali ayahnya memasuki kamar, hatinya ketakutan. Ia sengaja duduk di atas tempat tidur, khawatir sang ayah mengangkat tempat tidur dan menemukan raket yang ia rusakkan.
Karena itulah ia selalu berusaha memindahkan raket itu ke tempat lain sesering ia mampu dgn harapan sang ayah tidak akan dapat menemukannya.
Sejauh ini semuanya selalu bisa diatasi dengan baik. Kesalahannya tetap tertutup rapat-rapat di depan ayahnya.

Namun, selama itu pula hatinya tidak tenang. Setiap saat rasa bersalah muncul dan menghakiminya. Ke mana pun ia pergi, hatinya selalu tertuju pada raket sang ayah yang ia rusakkan.
Semakin sering ia memindahkan raket yg ia rusakkan, ia semakin gelisah, karena itu berarti semakin sedikit tempat yg memungkinkan ia menyembunyikan raket rusak itu.

Senin, 11 Februari 2013

Nilai Diri


Suatu ketika, ada seorang kakek yang sedang berada di sebuah taman kecil. Di dekatnya terdapat beberapa anak yang sedang bermain pasir, membentuk lingkaran. Ia lalu menghampiri mereka, dan berkata: ….

“Siapa yang mau uang Rp. 10.000!!” Semua anak itu berhenti bermain dan serempak mengacungkan tangan. Ia lalu berkata, “Kakek akan memberikan uang, tapi, setelah kalian semua melihat ini dulu.” ……Kakek itu lalu meremas-remas uang itu hingga lusuh. Di remasnya terus hingga beberapa saat. Ia lalu kembali bertanya “Siapa yang masih mau dengan uang ini? Anak-anak itu tetap bersemangat mengacungkan tangan…….“Tapi,… kalau kakek injak bagaimana? “. Lalu, kakek itu malah menjatuhkan uang itu ke tanah dan menginjaknya dengan sepatu. Di pijak dan di tekannya keras-keras uang itu hingga kotor. Beberapa saat, Ia lalu mengambil kembali uang itu. Dan ia kembali bertanya: “Siapa yang masih mau uang ini?” Tetap saja…. Anak-anak itu tetap mengacungkan jari mereka….

Teman-teman, kita belajar sesuatu yang sangat berharga dari cerita itu. Apapun yang dilakukan oleh si Kakek, semua anak akan tetap menginginkan uang itu, sebab, tindakan itu tak akan mengurangi nilai dari uang yang di hadiahkan. Uang itu tetap berharga Rp. 10.000

Minggu, 10 Februari 2013

Hukum Tabur Tuai


James Bender dalam bukunya, "How to Talk Well" (McGray-Hill Book Company, 1994], menyebutkan sebuah cerita tentang seorang petani yang menanam jagung unggulan dan sering kali memenangkan penghargaan petani dengan jagung terbaik sepanjang musim.

Suatu hari, seorang wartawan dari koran lokal melakukan wawancara dan menggali rahasia kesuksesan petani tersebut. Wartawan itu menemukan bahwa petani itu membagikan benih jagungnya unggulannya kepada para tetangganya.



"Bagaimana Anda bisa berbagi benih jagung unggul itu dengan tetangga Anda, lalu bersaing dengannya dalam kompetisi yang sama setiap tahunnya?" tanya wartawan, dengan penuh rasa heran dan takjub.

"Tidakkah Anda mengetahui bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari jagung yang akan berbuah dan membawanya dari satu ladang ke ladang yang lain. Jika tetangga saya menanam jagung yang jelek, walaupun saya menanm Jagung Unggulan maka tetap saja kualitas jagung saya akan menurun ketika terjadi penyerbukan silang. Jika saya ingin menghasilkan jagung kualitas unggul, saya harus membantu tetangga saya untuk menanam jagung yang bagus pula," jawab si petani.

Sabtu, 09 Februari 2013

Tiga Kata Ajaib


Kisah ini terjadi di sebuah pesta perpisahan sederhana tentang pengunduran diri seorang direktur. Diadakanlah sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan dan kritikan dari anak buah kepada Sang Direktur yang akan segera memasuki masa pensiun.

Karena waktu terbatas, kesempatan pernyataan tersebut dipersilahkan dalam bentuk tulisan. Di antara pujian & kesan yang diberikan, dipilih dan dibingkai untuk diabadikan kemudian dibacakan di acara tersebut, yakni sebuah tulisan dari seorang office boy yang telah bekerja cukup lama di perusahaan itu.

Dia menulis semuanya dengan huruf kapital sebagai berikut :

• Yang terhormat Pak Direktur. Terima kasih karena Bapak telah mengucapkan kata TOLONG, setiap kali Bapak memberi tugas yang sebenarnya adalah tanggung jawab saya.

• Terima kasih Pak Direktur karena Bapak telah mengucapkan MAAF, saat Bapak menegur, mengingatkan dan berusaha memberitahu setiap kesalahan yang telah saya perbuat, karena Bapak ingin saya merubahnya menjadi kebaikan.