Tampilkan postingan dengan label Rumah Tangga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rumah Tangga. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Desember 2012

Ulang Tahun Pernikahan

Dikisahkan, disebuh gedung pertemuan yang amat megah, seorang pejabat senior istana sedang menyelenggarakan pesta ulang tahun pernikahannya yang ke-50. Peringatan pernikahan emas itu ramai didatangi oleh tamu-tamu penting seperti para bangsawan, pejabat istana, pedagang besar serta
seniman-seniman terpandang dari seluruh pelosok negeri. Bahkan kerabat serta kolega dari kerajaan-kerajaan tetangga juga hadir. Pesta ulang tahun pernikahan pun berlangsung dengan megah dan sangat meriah.



Setelah berbagai macam hiburan ditampilkan, sampailah pada puncak acara, yaitu jamuan makan malam yang sangat mewah. Sebelum menikmati jamuan tersebut, seluruh hadirin mengikuti prosesi penyerahan hidangan istimewa dari sang pejabat istana kepada istri tercinta. Hidangan itu tak lain
adalah sepotong ikan emas yang diletakkan di sebuah piring besar yang mahal. Ikan emas itu dimasak langsung oleh koki kerajaan yang sangat terkenal.

Minggu, 02 Desember 2012

Ketika Kamu Menceraikan Saya, Boponglah Aku di Dalam Pelukanmu


Pada hari pernikahanku, aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti didepan flat kami yg cuma berkamar satu. Sahabat-sahabatku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil. Jadi kubopong ia memasuki rumah kami. Ia kelihatan malu-malu. Aku adalah seorang pengantin pria yg sangat bahagia. Ini adalah kejadian 10 tahun yg lalu.

Hari-hari selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening. Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut. Ia adalah pegawai sipil. Setiap pagi kami berangkat kerja bersama-sama dan sampai dirumah juga pada waktu yg bersamaan. Anak kami sedang belajar di luar negeri. Pernikahan kami kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yg tidak kusangka-sangka, Dew hadir dalam kehidupanku.

Waktu itu adalah hari yg cerah. Aku berdiri di balkon dengan Dew yg sedang merangkulku. Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. Ini adalah apartemen yg kubelikan untuknya.

Dew berkata, “Kamu adalah jenis pria terbaik yg menarik para gadis.” Kata-katanya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru menikah, istriku pernah berkata, “Pria sepertimu, begitu sukses, akan menjadi sangat menarik bagi para gadis.” Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu-ragu. Aku tahu kalau aku telah menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya.

Jumat, 30 November 2012

Dasar Kebahagiaan Ada di Dalam Semangkuk Bubur


Berasnya adalah beras ketan, kualinya adalah kuali tanah liat, apinya berasal dari batu bara. Tiap hari subuh jam 4.30, pria ini menyulut api. Dalam kuali diisi air, untuk merendam beras yang telah dicuci. Menunggu air mendidih, beras dimasukkan. Menggunakan api besar memasak selama 10 menit. Setelah itu dirubah menjadi api kecil untuk direbus. Pria itu di pinggir kompor sedang membungkuk, menggunakan gayung mengaduk-aduk dengan perlahan-lahan.

Setengah jam kemudian, pria tersebut dengan satu tangan membawa semangkuk bubur putih panas yang masih mengepulkan asapnya, tangan yang lain membawa sepiring sayur asin yang telah disiram dengan minyak wijen. Masuk ke dalam kamar tidur, memanggil istrinya untuk bangun.

Wanita itu membalikkan badan, mulutnya menggumamkan sesuatu dan tidur lagi. Pria itu mendengarkan suara dengkur istrinya yang sedang lelap. Dia tidak tega untuk memanggil lagi. Duduk dipinggir ranjang, mengawasi arloji dan melihat ke wajah istrinya , lalu melihat lagi ke arloji. Wanita itu mendadak meloncat keluar dari ranjang. Melihat arloji, tergesa-gesa mengenakan pakaian dan turun dari ranjang, sambil berkata “"Sudah terlambat, mengapa tidak membangunkan saya?"” Suaminya menyajikan bubur putih dan sayur asinnya sambil berkata,” "Jangan cemas, masih ada waktu, makanlah buburnya dulu.”"

Buburnya adalah bubur putih polos, tanpa ada tambahan lauk pauk. Bubur semacam ini, menjadi sarapan pagi istrinya selama 5 tahun.

Senin, 26 November 2012

Kisah Telur dan Tempe

Suatu malam, ibu yg bangun sejak pagi, bekerja keras sepanjang hari, membereskan rumah tanpa pembantu, jam tujuh malam ibu selesai menghidangkan makan malam utk ayah, sangat sederhana, berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi.



Sayangnya krn mengurusi adik yg merengek, tempe dan telor gorengnya sedikit gosong!

Ibu sedikit panik, tapi tdk bisa berbuat banyak.

Kami menunggu dgn tegang apa reaksi ayah yg pulang kerja pasti sdh capek, melihat makan malamnya hanya tempe dan telur gosong.

Luar biasa! Ayah dgn tenang menikmati dan memakan semua yg disiapkan ibu dgn tersenyum, dan bahkan berkata, “Bu terima kasih ya!” Lalu ayah terus menanyakan kegiatan sy & adik di sekolah.

Selesai makan, masih di meja makan, sy mendengar ibu meminta maaf krn telor & tempe yg gosong itu & satu hal yg tidak pernah sy lupakan adalah apa yg ayah katakan:

Sayang, aku suka telor & tempe yg gosong.

Sabtu, 24 November 2012

Ikatkan Pita Kuning Untukku

Pada tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam- malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan isterinya.

Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dia mencuri uang tabungan isterinya, lalu dia naik bis menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupan yang baru. Bersama-sama beberapa temannya dia memulai bisnis baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Sex, gambling, drug. Dia menikmati semuanya.

Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, dan ia mulai kekurangan uang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naas, dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukum dia tiga tahun penjara.

Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan istrinya. Dia rindu keluarganya. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada istrinya, untuk menceritakan betapa menyesalnya dia. Bahwa dia masih mencintai isteri dan anak-anaknya.

Selasa, 20 November 2012

Kisah Sang Kondektur Wanita

Ayo…. Ayo …. Ancol, Sunter Podomoro, Priok…."
Ancol, Sunter Podomoro, Priok….
Tunggu….!!! Tunggu….!!!
Ada sewa! Ayo…ayo naik…. Tarik!
Begitulah, kondektur wanita itu berteriak lantang menawarkan busnya. Tak kenal lelah, panas, hujan, terik, semuanya dilaluinya tanpa merasa terbebani.

Profesi wanita itu hanya sebagai kondektur. Tidak ada yang istimewa dengan dirinya, pakaiannya, gayanya ataupun suaranya yang melengking di tengah deru kendaraan. Yang membuat Anna tertarik untuk memperhatikannya adalah semata-mata karena ia seorang wanita yang bekerja sebagai kondektur. Sebuah profesi yang masih sedikit langka dan sulit dilakukan oleh kaum hawa.

Entah mengapa Anna begitu tertarik memperhatikan gerak-geriknya. Lincah, gesit, spontan dan sangat percaya diri

Bus berjalan perlahan meninggalkan terminal. Di tengah jalan, tidak seberapa jauh dari pusat perbelanjaan besar, bus berhenti. Kami para penumpang biasa menyebutnya dengan istilah “ngetem” yakni berhenti cukup lama untuk mencari penumpang. Tidak beberapa lama setelah penumpang memenuhi bangku-bangku kosong, bus mulai berjalan perlahan, perlahan, perlahan hingga akhirnya bergerak menjauh. Dengan mantap, sang supir pun menginjak pedal gas dalam-dalam. Tak terasa bus sudah berjalan jauh, tanpa komando dari kondektur.

Senin, 12 November 2012

Jangan Menyalahkan


Ada sepasang suami dan istri yang telah menikah selama 11 tahun akhirnya dikaruniakan seorang anak. Mereka sangat bahagia dan bersyukur, setelah menunggu sekian lama, akhirnya terkabul juga permohonan doa mereka.

Mereka merawat anak tersebut dengan kasih sayang dan cinta yang luar biasa.

Pada suatu hari, sang ayah terburu-buru ingin berangkat ke kantor dan meninggalkan sebotol obat keras terbuka, karena saking tergesanya, sang ayah berteriak meminta tolong sang ibu untuk menutup dan menyimpan obat tersebut.

Sang ibu, karena kesibukannya di dapur, kelupaan menutup obat tersebut dan masih terbuka seperti ketika ditinggal oleh sang ayah.

Sang anak melihat dan tertarik, maka diambilnya obat tersebut dan diminum sampai habis. Obat tersebut untuk ukuran dewasa sangat keras walaupun hanya beberapa sendok saja, apalagi untuk ukuran anak kecil. Maka anak tersebut tergeletak dan langsung dibawa ke rumah sakit oleh sang ibu.