Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Juni 2013

Pedang Sang Ksatria

Pada zaman kekaisaran heiko di jepang, sistem pemerintahan dipegang oleh orang orang pribumi negara itu sendiri, militer saat itu dimana kita tau semuanya menggunakan pedang, atau yg kita sebut dengan samurai

Musim panas tahun ini tampak sangat mengkhawatirkan, ntah dari segi pangan, maupun sosial di kala itu. Kaisar Tenno Heika mengalami depresi yg amat berat, kritik datang silih berganti,ntah dari kalangan rakyat maupun dari kalangan menteri menteri.

Saat itu jepang masih dalam perebutan wilayah kekuasaan dengan negara barat. Serangan yg di lancarkan di darat maupun udara oleh pihak sekutu sangatlah meresahkan kaisar Heika, apalagi pada saat sekutu mulai menduduki Hiroshima,pusat perdagangan pada saat itu di Jepang.



Kaisar yg bingung akhirnya tak tinggal diam ,dia mengutus seluruh kesatria nya untuk maju ke medan perang. Jiwa kesatria sangatlah erat dengan pedangnya, pedangnya menunjukan kekuatan sang kesatria, maka tak tanggung tanggung, kaisar meminta seorang pandai besi terkemuka pada saat itu, dia di suruh membuatkan 5 pedang terbagus, yang nantinya akan dipilih oleh seorang Jendral.

Mulailah sang pandai Besi berkerja, Dipanaskanya besi pilihan, dileburkanya bersama intan,di bakar lagi dengan suhu lebih dari 200 derajat celcius, Dituangkannya kedalam cetakan,Dibakar lagi, Di dinginkan saat dalam keadaan panas, setelah itu di bakar lagi, di pukul pukul hingga menjadi pipih, setelah rampung, di ukir nya kembali dengan pahatan pahatan khusus

Jumat, 08 Maret 2013

Cincin Ajaib

Seorang bapak tua yang memiliki 3 orang putra, sedang bingung.  Ia merasa memiliki sebuah cincin yang dianggapnya bertuah karena sejak digunakan selalu membawa keberuntungan & kesuksesan bagi dirinya. Cincin itu rencananya ingin diwariskan kepada salah satu anaknya, tapi dia khawatir anak yg lain akan mrasa iri. Sebagai solusi, ia pergi ke tukang cincin & membuat 2 cincin yang sama seperti cincin ajaib miliknya.

Keesokan harinya, ia memanggil ketiga putranya, lalu berkata, “Anak2ku, cincin ini sama baiknya, siapa yg memakainya maka dia akan beruntung”.

Tak lama berselang, sang bapak tua itu meninggal dunia. Seiring berjalannya waktu, ketiga putranya tahu bahwa hanya satu cincin yang asli.



Mereka lalu pergi ke seorang hakim yang bijaksana untuk mencari tahu mana cincin yang asli & meminta jalan keluar dan pembuktian.

Setelah merenung & berpikir, hakim bijaksana itu berkata: “Aku tidak dapat menolong kalian, tapi aku tahu sebuah cara utk memastikan cincin yg asli."

Pakailah cincin kalian masing2..
Kalian yang hrs membuktikan bahwa cincin kalian asli, yaitu dengan bertindak & bekerja dengan baik sehingga kalian menjadi orang yang beruntung”.

Kamis, 28 Februari 2013

Wang Shunyou - Sang Tukang Pos Istimewa


Wang Shunyou, pantas disebut Tukang Pos istimewa dan Pahlawan Nasional di Tiongkok karena jasa-jasanya di dunia pos selama 20 tahun. Keistimewaannya itu bukan terletak pada lamanya dia bekerja sebagai tukang pos, tapi terlebih karena Wang adalah seorang petugas pos yang rela mengantarkan surat ke daerah-daerah pegunungan yang sulit untuk dicapai oleh kendaraan motor, melainkan dengan berjalan kaki.



Selama masa karirnya sebagai tukang pos di daerah Muli, yaitu daerah pegunungan yang terletak di Propinsi Sichuan, berdekatan dengan daerah Dataran Tinggi Tibet, Wang telah berjalan kaki sepanjang 260.000 km, yaitu sama dengan enam kali perjalanan mengelilingi bumi.

"Saya menghabiskan waktu untuk berjalan mengantarkan surat-surat tersebut selama 24 jam sehari dan 330 hari setahun," kata Wang. "Saya merasa amat bahagia ketika para penduduk desa dan anak-anak mengucapkan salam kepada saya. Para penduduk desa yang sama sekali tidak tersentuh oleh alat komunikasi teknologi modern, maka saya adalah jembatan yang menghubungkan mereka dengan dunia luar," katanya.

Ayah Wang juga adalah seorang tukang pos selama 24 tahun. Pada tahun 1984, ketika ayahnya tidak sanggup lagi mengantarkan surat-surat ke daerah pegunungan tersebut, dia meminta Wang Shunyou untuk menggantikan tugasnya, dan Wang menerima tugas itu dengan senang hati.

Jumat, 15 Februari 2013

Kaca atau Baja


"PALU MENGHANCURKAN KACA, TAPI PALU MEMBENTUK BAJA..."

Apa makna dari pepatah kuno Rusia ini?

Jika jiwa kita rapuh spt kaca, maka ketika palu masalah menghantam kita, dgn mudah kita putus asa, frustasi, kecewa, marah & jadi remuk redam.

Jika kita adalah kaca, maka kita juga rentan terhadap benturan. Kita mudah tersinggung, kecewa, marah, atau sakit hati saat kita berhubungan dgn org lain. Sedikit benturan sdh lebih dari cukup utk menghancurkan hubungan kita.

Jgn pernah jadi kaca, tapi jadilah baja. Mental baja adalah mental yg selalu positif,
bahkan tetap bersyukur disaat masalah & keadaan sulit tengah menghimpitnya.


Mengapa demikian?

Org yg spt baja selalu menganggap bahwa masalah adalah proses kehidupan utk membentuknya menjadi lebih baik.

Sepotong besi baja akan menjadi sebuah alat yg lebih berguna setelah lebih dulu di proses & di bentuk dgn palu.

Rabu, 06 Februari 2013

Cangkir Yang Cantik


Sepasang kakek dan nenek pergi berbelanja di sebuah toko souvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. “Lihat cangkir itu”, kata si nenek kepada suaminya. “Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat”, ujar si kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud itu berbicara, “Terimakasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidaklah cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.”



“Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop! Stop! Teriakku, tetapi orang itu berkata, Belum!, lalu ia mulai menyodokku dan meninjuku berulang-ulang”.

“Stop! Stop! Teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih parah lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian.”

“Panas! Panas! Teriakku dengan keras. Stop! Cukup! Cukup! Teriakku lagi. Tapi orang ini kembali menyahut, Belum!”

2 Bibit Tanaman

Ada 2 buah bibit tanaman yang terhampar disebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata, “Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam ditanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku diatas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku”.

Dan bibit itupun tumbuh makin menjulang,



Bibit kedua bergumam, “Aku takut, jika kutanamkan akarku kedalam tanah ini, aku tak tahu apa yang akan kutemui didalam sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku pasti akan terkoyak.”

“Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha mencabutku dari tanah. Tidak. Akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman.”

Selasa, 05 Februari 2013

Perlakuan Yang Menyakitkan

Saat usianya 15 tahun, ayahnya sakit keras tak kunjung sembuh. Dia harus bekerja sebagai bellboy di sebuah hotel mewah. Tugasnya angkat tas dan barang tamu. Seorang beri dia tips $1 dan terlihat oleh pimpinan. Dia pun dipanggil dan dipecat. Dia mengemis untuk tetap dipekerjakan dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, tapi ditolak. Hal tersebut membuatnya terpukul. Dia tidak mau pulang karena takut ibunya tahu. Saat itu ayahnya sudah meninggal. Kenangan saat menjadi bellboy terus diingatnya.

Dia melihat Rolls-Royce hitam terparkir di depan sebuah dealer. Dia mendatanginya dan ingin tahu apa yang ada di dalamnya. Lalu ia membuka pintu tersebut untuk mencoba duduk dan membayangkan sedang mengendarai mobil tersebut.

"Apa Yang Kamu Lakukan" Bentak Bos dealer tersebut.

"Tutup kembali pintu mobil itu. Orang seperti kamu tidak akan pernah merasakan duduk di dalam Rolls-Royce."

Hinaan tersebut sangat membekas dalam hatinya. Dia selalu mengingatnya. Benarkah dia tidak akan pernah dapat duduk di dalam Rolls-Royce? Setelah beberapa kali mencoba pekerjaan lain, dia akhirnya diterima di TVB.

Rabu, 30 Januari 2013

Suara dari Kejauhan

Seorang bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung bersama ayahnya. Entah mengapa tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh. “"Aduh!" Jeritannya memecah keheningan suasana pegunungan. Si bocah amat terkejut ketika mendengar suara dikejauhan menirukan teriakannya persis sama, “"Aduhh!”"



Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, “"Hei, siapa kamu?”" Dan jawaban yang terdengar adalah “"Hei, siapa kamu?"” Lantaran kesal mengetahui suaranya ditirukan, si anak berseru “Pengecut kamu!” Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan serupa. Ia bertanya kepada sang ayah, “apa yang terjadi?”

Dengan penuh kearifan, sang ayah tersenyum, “Anakku, coba perhatikan” lelaki itu berkata keras, “"Saya kagum padamu!”" suara dikejauhan menjawab, "“Saya kagum padamu!”" Sekali lagi sang ayah berteriak “"Kamu sang juara!"” Dan suara itu kembali menjawab, "“Kamu sang juara!”"

Selasa, 29 Januari 2013

Keledai Yang Jatuh Ke dalam Sumur Tua

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sebuah sumur tua. Sementara si petani, sang pemilik keledai, memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur perlu ditimbun karena berbahaya. Jadi ia berpikir tidak ada gunanya menolong si keledai. Kemudian ia mengajak tetangganya untuk membantunya menimbun sumur tua itu. Merekapun membawa sekop dan cangkul dan mulai menimbunkan tanah ke dalam sumur.

Ketika keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia meronta-ronta. Namun kemudian ia menjadi mendadak diam. Setelah beberapa sekop dan cangkul tanah tertimbun, si petani melihat kedalam sumur, dan tercengang melihatnya.



Walaupun punggungnya harus tertimpa bersekop-sekop tanah, namun si keledai berhasil melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah lalu ia menaiki tanah itu. Begitu seterusnya.

Minggu, 27 Januari 2013

Lompatan Belalang

Seekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya tersebut. Dengan gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya. Di perjalanan ia bertemu dengan seekor belalang lain. Namun ia keheranan kenapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya. Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan bertanya, “Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh, padahal kita tidak jauh berbeda dariusiaataupun bentuk tubuh?”


Belalang itupun menjawabnya, “Dimanakah kau selama ini tinggal? Karena semua belalang yang hidup dialam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan”. Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang selama ini membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.

Jumat, 18 Januari 2013

Berada Di Tengah Samudra

Bayangankan anda saat berada di tengah samudra di atas sebuah speedboat. Lima puluh kilometer di depan anda adalah sebuah pulau dan di pulau itu terdapat semua yang anda inginkan dan cita-citakan. Semua impian anda. Dan satu-satunya cara untuk mendapatkan itu semua adalah sampai ke pulau tersebut. Pulau itu ada di belakang cakrawala. Tapi cakrawala yang mana?



Masalahnya adalah anda tidak mempunyai kompas, peta, radio, telepon, dan anda tidak tahu mana arah ke pulau tersebut. Arah yang salah akan membuat anda melenceng jauh sekali dari pulau impian, sementara di sekeliling anda yang terlihat cuma laut dan langit. Dalam dua jam, anda bisa saja telah sampai di pulau impian. Tetapi bila anda salah arah, anda bisa kehabisan bahan bakar sebelum bisa mencapai pulau impian.

Selasa, 15 Januari 2013

Naik dan Turun

Suatu hari seorang Murid bertanya kepada Gurunya, “Guru, saya pernah mendengar kisah seorang arif yang pergi jauh dengan berjalan kaki. Cuma yang aneh, setiap ada jalan yang menurun, sang arif konon agak murung. Tetapi kalau jalan sedang mendaki ia tersenyum. Hikmah apakah yang bisa saya petik dari kisah ini?”



“Itu perlambang manusia yang telah matang dalam meresapi asam garam kehidupan”, jelas sang Guru. “Itu perlu kita jadikan cermin. Ketika bernasib baik, sesekali perlu kita sadari bahwa suatu ketika kita akan mengalami nasib buruk yang tidak kita harapkan. Dengan demikian kita tidak terlalu bergembira sampai lupa bersyukur kepada Sang Maha Pencipta. Ketika nasib sedang buruk, kita memandang masa depan dengan tersenyum optimis. Optimis saja tidak cukup, kita harus mengimbangi optimisme itu dengan kerja keras.”

“Apa alasan saya untuk optimis, sedang saya sadar nasib saya sedang jatuh dan berada di bawah,” sang Murid kembali bertanya.

Selasa, 08 Januari 2013

Rumah Terakhir

Seorang arsitek memutuskan untuk pensiun dari pekerjaannya. Dia ingin istrahat dari bisnis perumahan dan menjalani kehidupan yang beru bersama keluraga dan anak-anaknya. Dia sudah merasa jenuh dengan pekerjaannya dan kehilangan motivasi.

Pimpinannya merasa kehilangan seorang arsiteknya yang andal. Dia meminta agar sang arsitek membuatkan satu lagi rumah sebagai kenang-kenangan. Sang arsitek menyetujuinya. Tapi karena dia sudah kehilangan motivasi, dia membangun rumah itu dengan asal-asalan. Menggunakan material yang tidak bagus.



Ketika pekerjaannya sudah selesai, sang arsitek mendatangi pimpinannya di kantornya. “Pak rumahnya sudah selesai, dan saya mau mengundurkan diri sekarang”, kata sang arsitek.

“Oke”, pimpinannya menyahut, “Mari kita lihat hasil pekerjaanmu”.

Saat melihat-lihat rumah tersebut pimpinannya mendekati sang arsitek dan berkata, “Ini adalah rumahmu”, sambil menyerahkan kunci rumah tersebut. “Ini sebagai hadiah dari saya atas pengabdianmu selama ini.”

Sabtu, 05 Januari 2013

Kehidupan ada Guru Terbaik

Apakah anda ingat akan guru terbaik anda pada masa sekolah, guru yang memberi inspirasi bagi anda untuk belajar dan mengerjakan yang terbaik?

Guru tersebut memberi tantangan bagi anda untuk maju, lebih dari guru-guru lain. Awalnya, mungkin tantangan ekstra itu terasa tidak adil, atau malah kejam. Tetapi sekarang anda seakan memandang berbeda. Anda memandangnya dengan rasa hormat dan percaya, bahwa karena tantangan itulah anda bisa maju.

Saat ini ada guru hebat yang masih mengajar anda. Ia adalah “kehidupan”.

Kehidupan adalah guru yang terbaik. Tapi pelajarannya sering terasa keras, tajam, dan kadang kejam. Di sana ada kekecewaan, kesedihan, kebingungan, kesendirian, dan frustasi dalam setiap pengajarannya.

Senin, 31 Desember 2012

Seorang Penari

Ada seorang gadis muda yang sangat suka menari. Kepandaiannya menari sangat menonjol dibanding dengan rekan-rekannya, sehingga dia seringkali menjadi juara di berbagai perlombaan. Dia berpikir, dengan apa yang dimilikinya saat ini, suatu saat apabila dewasa nanti dia ingin menjadi penari kelas dunia. Dia membayangkan dirinya menari di Rusia, Cina, Amerika, Jepang, serta ditonton oleh ribuan orang yang memberi tepuk tangan kepadanya.



Suatu hari, dikotanya dikunjungi oleh seorang pakar tari yang berasal dari luar negeri. Pakar ini sangatlah hebat, dan dari tangan dinginnya telah banyak dilahirkan penari-penari kelas dunia. Gadis muda ini ingin sekali menari dan menunjukkan kebolehannya di depan sang pakar tersebut, bahkan jika mungkin memperoleh kesempatan menjadi muridnya. Akhirnya kesempatan itu datang juga. Si gadis muda berhasil menjumpai sang pakar di belakang panggung, seusai sebuah pagelaran tari. Si gadis muda bertanya, "Pak, saya ingin sekali menjadi penari kelas dunia. Apakah Anda punya waktu sejenak, untuk menilai saya menari ? Saya ingin tahu pendapat Anda tentang tarian saya".

"Oke, menarilah di depan saya selama 10 menit",jawab sang pakar.

Minggu, 30 Desember 2012

Raja dan Laba-Laba


Dahulu kala di negeri Skonlandia, ada seorang raja bernama Bruce. Dia sudah enam kali memimpin pasukannya menuju medan perang melawan sang agresor dari England , namun selama enam kali pertempuran itu, pasukannya selalu babak belur dihajar oleh musuh, hingga terpaksa mengalami kekalahan dan melarikan diri ke hutan.

Akhirnya, dia sendiri juga bersembunyi di sebuah gubuk kosong di dalam hutan belantara.

Suatu hari, hujan turun dengan derasnya, air hujan menerobos dari atap rumah yang bocor mengenai muka Bruce, sehingga dia terbangun dari tidurnya. Sesaat dia merenungi nasibnya yang malang karena tidak dapat mengalahkan musuh, walaupun dia telah mengerahkan segala daya upaya.

Semakin dia memikirkan hal ini, hatinya semakin pedih dan hampir putus asa.

Pada saat itu, mata Bruce menatap ke atas balok kayu yang melintang diatas kepalanya, disana ada seekor laba-laba sedang merajut sarangnya.

Dia dengan seksama memperhatikan gerak gerik laba-laba tersebut, dihitungnya usaha si laba-laba yang telah enam kali berturut-turut berusaha sekuat tenaga mencoba mengaitkan salah satu ujung benang ke balok kayu yang berada di seberangnya, namun akhirnya gagal juga.


Kamis, 27 Desember 2012

Tahukah Anda ?

Di usia 25 tahun, ia dipecat dari ketentaraan, selain itu ia telah dipermalukan, patah semangat, tanpa harapan, tanpa uang. Di ujung semua itu, berniat bunuh diri dengan meloncat dari sebuah jembatan. Namun sebelum niat tersebut terjadi, seorang teman datang dan membujuknya untuk membatalkan niat tersebut. Sang pemuda pun membatalkan bunuh diri, dan memulai hidup baru.



Hanya dalam waktu setahun setelah rencana bunuh diri itu, ia berhasil meniti kembali karir militernya yang telah hancur, dan berhasil menjadi jenderal termuda dalam Dinas Ketentaraan Perancis. Kemenangan besar dapat dicapainya justru saat ia memimpin prajurit-prajurit lelah yang kelaparan (dimasa inilah ia berkata "prajurit berjalan di atas perutnya"). Di kemudian hari ia menaklukkan seluruh Eropa daratan, Ia adalah Napoleon Bonaparte!

Rabu, 26 Desember 2012

Jalan Menuju Sukses

Seorang anak muda berbicara dengan gurunya. Ia bertanya, "Guru, bisakah engkau tunjukkan dimana jalan menuju sukses ?"

"Uhm.....," Sang guru terdiam sejenak. Tanpa mengucapkan sepatah kata, sang guru menunjuk ke arah sebuah jalan. Anak muda itu segera berlari menyusuri jalan yang ditunjukkan sang guru. Ia tak mau
membuang-buang waktu lagi untuk meraih kesuksesan. Setelah beberapa saat melangkah tiba-tiba ia berseru, "Ha! Ini jalan buntu!" Benar, di hadapannya berdiri sebuah tembok besar yang menutupi jalan. Ia terpaku kebingungan, "Barangkali aku salah mengerti maksud sang guru."

Kembali, Anak muda itu berbalik menemui sang guru untuk bertanya sekali lagi, "Guru, yang manakah jalan menuju sukses."

Sang guru tetap menunjuk ke arah yang sama. Anak muda itu kembali berjalan ke arah itu lagi. Namun yang ditemuinya tetap saja sebuah tembok yang menutupi. Ia berpikir, ini pasti hanya gurauan. Dan anak muda itupun merasa dipermainkan.

Minggu, 23 Desember 2012

Kegagalan demi Kegagalan


Di bawah ini ada sebuah daftar kegagalan dari orang yang semasa hidupnya mengalami banyak tantangan dan badai.

1831 - ia mengalami kebangkrutan dalam usahanya.

1832 - ia menderita kekalahan dalam pemilihan tingkat lokal.

1833 - ia kembali menderita kebangkrutan.

1835 - istrinya meninggal dunia.

1836 - ia menderita tekanan mental sedemikian rupa, sehingga hampir masuk rumah sakit jiwa.

1837 - ia menderita kekalahan dalam suatu kontes pidato.

1840 - ia gagal dalam pemilihan anggota senat Amerika Serikat.

1842 - ia menderita kekalahan untuk duduk di dalam kongres Amerika Serikat.

Kamis, 20 Desember 2012

Kisah Sang Maestro Konosuke Matsushita


Sekarang ini, kita semua tahu 'krisis ekonomi'. Walau sudah berlalu, gemanya masih terasa sampai saat ini. Pengaruhnya terhadap cara hidup, luar biasa besarnya. Kalangan atas, berguguran. Kalangan menengah ke bawah, pontang-panting. Kerusakan yang ditimbulkan tidak kita ragukan lagi. Tapi ... terbayang tidak, situasi yang lebih gawat daripada krisis ?

Di tahun 1929, pernah terjadi 'depresi ekonomi global'. Wall Street menukik tajam tak terkendali. Surat saham tak lebih nilainya seperti kertas biasa. Saat itu, General Motor terpaksa mem-PHK separo dari 92.829 karyawannya. Perusahaan besar maupun kecil bangkrut. Jutaan orang menjadi pengangguran. Jutaan orang kelaparan. Daya beli turun bersama harga dan lowongan pekerjaan.

Malam menjadi gelap gulita. Kepanikan terjadi di mana-mana. Toko yang masih bertahan, menghentikan pembelian dari pabrik karena gudang sudah penuh dengan barang yang tidak terjual.