Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Maret 2013

Biola Yang Merdu


Seorang bapak yang tinggal didesa, suatu hari diajak oleh anaknya untuk tinggal di rumah anaknya di kota. Itu adalah kali pertamanya si bapak menginjakkan kaki di kota setelah sekian lama terus menerus bekerja sebagai petani demi keluarga. Suatu hari dia diajak jalan2 oleh anaknya di sekitar kompleks rumah. Kemudian bapak itu mendengar suatu suara yang menyakitkan telinga... nadanya kecil tinggi dan aneh... Penasaran, dihampirilah sumber suara itu.



Tampak seorang gadis kecil sedang memainkan suatu alat. "Alat apa itu nak ?" "Itu biola ayah." Sambil mengangguk2 bapak tua mengerti bahwa biola adalah suatu alat yang memekakkan telinga dan jelek.

Selang dua hari, di suatu senja bapak tua itu sedang duduk di teras rumah sambil menanti anaknya pulang bekerja. Sayup2 dia mendengar suatu suara yang indah dan merdu. Penasaran dia menghampiri sumber suara itu... Tampaklah seorang pria muda memainkan biola dengan indah... ternyata pria itu seorang maestro biola.

Sambil mengangguk2 taulah bapak itu bahwa ternyata biola jika berada di tangan yang tepat... sungguh merdu suaranya...

Minggu, 10 Maret 2013

Saya Bersamamu Sayang

Seorang anak lahir setelah 11 tahun pernikahan. Mereka adalah pasangan yang saling mencintai dan anak itu adalah buah hati mrk.

Saat anak tersebut berumur 2 thn, suatu pagi si ayah melihat sebotol obat yang terbuka. Dia terlambat untuk ke kantor maka dia meminta istrinya untuk menutupnya dan menyimpannya dilemari.

Istrinya, karena kesibukannya didapur, sama sekali lupa hal tersebut.
Anak itu melihat botol itu dan dengan riang memainkannya. Karena tertarik dengan warna obat tersebut, lalu memakannya semua.

Obat tersebut obat keras yang bahkan untuk org dewasapun hanya dalam dosis kecil saja.



Si istri segera membawa si anak ke rumah sakit. Tapi si anak tidak tertolong.
Si istri ngeri bayangkan bagamana dia harus menghadapi suaminya.

Ketika si suami datang ke RS n melihat anakanya telah meninggal, dia melihat kepada istrinya dan mengucapkan 3 KATA..

Selasa, 05 Maret 2013

Induk Tupai Selamatkan Anaknya dari Anjing Galak


Ini adalah kejadian pada tahun 2009. Karena hal yang tidak biasa, peristiwa ini pun ditulis di media UK Daily Mail pada tanggal 25 November 2009. Kasih ibu tak tertandingi, belakangan ini tindakan seekor induk tupai menyelamatkan anaknya tanpa menghiraukan keselamatannya sendiri, juga telah membuktikan sepenuhnya hal ini.

Seekor induk tupai yang berani dan seekor anjing hitam telah melakukan sebuah “duel” dan ia telah menyelamatkan anaknya dari mulut anjing.

Menurut laporan Daily News-Inggris, sekelompok foto “Induk tupai melawan anjing galak” dari situs Weebly-AS akhir-akhir ini menjadi klik terlaris para netter berbagai negara dunia.



Seekor tupai kecil sialnya telah tertangkap oleh seekor anjing hitam dan hampir saja menjadi “santapan” anjing hitam tersebut.



Pada saat yang genting itu, sang induk langsung melompat dari pohon di dekatnya dan hinggap di atas kepala si anjing, serta tanpa dinyana melancarkan serangan terhadap anjing hitam.



Menghadapi serangan tak ter-duga itu si anjing hitam kebingungan. Induk tupai menggunakan cakar dan giginya yang tajam berduel dengan musuh yang kuat, si anjing hitam kesakitan, perhatiannya dari si tupai kecil beralih ke tubuh si induk tupai, dengan peluang itu si tupai meloloskan diri.


Kemudian induk tupai membawa anaknya segera kembali ke atas pohon.

Si anjing hitam yang kalah perang berdiri di bawah pohon dengan bengong, ia menatap “mangsa”nya yang lolos di atas pohon, sorot matanya terlihat kecewa dan gemas.

Senin, 04 Maret 2013

3 Bantuan


Alkisah di suatu daerah terjadi banjir. Ada seorang bernama Alam, air sudah masuk ke rumahnya setinggi 1 lantai.

Dia berdoa kepada Tuhan.
"Tuhan, tolonglah hamba Mu dari musibah ini." Sambil duduk di depan teras lt 2 dia menunggu bantuan dari Tuhan.

Tidak lama kemudian datanglah sebuah perahu karet ingin menolongnya
"Ayo Pak, mari sini mengungsi bersama kami!" Tapi Alam menolak, dia berkata "Tidak, saya sedang menunggu Tuhan menolong saya." Dan perahu karet itupun pergi menolong orang lain.



Hari kedua air semakin tinggi mencapai lt 2 rumahnya. Alam naik ke lantai 3.
"Ya Tuhan, mengapa Engkau blm dtg menolongku. Airnya makin tinggi nih
Tuhan. Saya takuuut" katanya sambil menggigil kedinginan.

Datanglah sebuah kapal
"Pak, cepat naik ke kapal ini. Kami akan membawa anda ke tmpt yg aman." Lagi-lagi dengan gigih Alam menolak. Pergilah kapal tersebut.

Minggu, 03 Maret 2013

Memperbaiki Boneka

Liping, gadis kecil disuruh ibunya ke toko 7 Evelen dekat rumahnya untuk membeli sesuatu, dengan pesanan untuk segera kembali ke rumah setelah membeli barang yang dimaksud. Namun sejam...dua jam kini telah berlalu. Liping belum juga kembali dan hal ini membuat ibunya penasaran dan cemas.

"Ke mana saja engkau pergi?" Tanya ibunya dengan teriakan keras ketika Liping akhirnya muncul di depan pintu.

"Mami...maafkan Liping. Aku tahu kalau aku terlambat pulang." Kata Liping penuh penyesalan. "Tapi...tadi boneka Lingling, teman Liping, rusak. Aku harus membantunya memperbaiki boneka itu." Lanjut Liping menjelaskan.



"Engkau membantu Lingling memperbaiki bonekanya? Bagaimana caranya engkau memperbaikinya?" Lanjut ibunya dengan penuh rasa heran.

"Jujur bu...,saya tak mampu perbaiki bonekanya...saya hanya duduk di samping Lingling dan menangis bersamanya." Lanjut Liping.

Tertawalah bersama mereka yang tertawa dan menangislah bersama mereka yang menangis.

Sahabat adalah ia yang senantiasa berada di sampingku, bahkan juga di saat ketika dunia seakan mati.

Jumat, 01 Maret 2013

Severn Cullis Suzuki, Seorang Anak 12 Tahun yang Menggetarkan PBB

Kisah ini menceritakan pengalaman nyata mengenai seorang anak yg bernama Severn Cullis Suzuki, seorang anak yang pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children's Organization ( ECO ).

ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak" lain mengenai masalah lingkungan.

Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia terkemuka.



Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.

Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental Children Organization.
Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang ke sini sejauh 6,000 mil untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.

Selasa, 26 Februari 2013

Kekuatan untuk Mengobati Sakit Hati


Disebuah desa kecil di lereng pegunungan ada seorang penasehat yg bijaksana, suatu hari seorang wanita yang putra satu2nya telah meninggal, mendatangi penasehat tersebut dan bertanya, "Kekuatan apa yg anda miliki yang dapat mengobati rasa kecewa dan sakit hatiku?"

Ketika sang penasehat itu mendengar semua kisah hidup wanita ini, ia berkata; "ada nyonya, tapi syarat pertama anda harus membawakan saya segenggam benih padi dari sebuah keluarga yg tidak memiliki masalah."

Wanita itu segera pergi kesebuah rumah gedung termewah di desa itu, berpikir tentu tidak ada yg salah dirumah ini. Setelah ia menemui pemilik rumah, ia mendengar cerita hal yg sebaliknya, tuan rumah menceritakan ada banyak masalah yg jauh lebih besar yg belum pernah ia dengar.

Lalu ia datang kerumah yg lain:
Jawab penghuni rumah: oh anda datang kerumah yg salah

Setelah ia mengunjungi berpuluh rumah ia tetap tak dpt menemukan keluarga yg tdk memiliki masalah.

Setelah sebulan ia kembali ke penasehatnya: "maaf bapak saya tidak dapat menemukan keluarga yang tdk memiliki masalah"
"Malahan saya banyak menasehati dan menguatkan beberapa keluarga yang begitu menyedihkan"

Minggu, 24 Februari 2013

Sepuluh Kalimat Bijak dari Negeri China


父 母 不 孝 , 奉 神 無 益 。

Bila tidak berbakti pada org tua; Percuma saja menyembah Tuhan.

兄 弟 不 和 , 交 友 無 益 。

Bila dengan saudara sendiri tidak rukun ; Percuma saja menjalin persahabatan.

存 心 不 善 , 風 水 無 益 。

Bila hati penuh pikiran jahat; Percuma saja mengatur Feng Shui.

行 止 不 端 , 讀 書 無 益 。

Bila tindak tanduknya tanpa tata karma; Percuma saja sekolah.

心 高 氣 傲 , 博 學 無 益 。

Bila bersifat angkuh; Percuma saja menjadi seorg terpelajar.

Sabtu, 23 Februari 2013

Kisah Seorang Pemuda di Gerbong Kereta


Di sebuah gerbong kereta api yang penuh, seorang pemuda berusia kira-kira 24 tahun melepaskan pandangannya melalui jendela. Ia begitu takjub melihat pemandangan sekitarnya. Dengan girang, ia berteriak dan berkata kepada ayahnya:

”Ayah, coba lihat, pohon-pohon itu … mereka berjalan menyusul kita”.

Sang ayah hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala dengan wajah yang tidak kurang cerianya. Ia begitu bahagian mendengar celoteh putranya itu.




Di samping pemuda itu ada sepasang suami-istri yang mengamati tingkah pemuda yang kekanak-kanakan itu. Mereka berdua merasa sangat risih. Kereta terus berlalu. Tidak lama pemuda itu kembali berteriak:

“Ayah, lihat itu, itu awan kan …? lihat … mereka ikut berjalan bersama kita juga …”.

Ayahnya tersenyum lagi menunjukkan kebahagiaan.

Dua orang suami-istri di samping pemuda itu tidak mampu menahan diri, akhirnya mereka berkata kepada ayah pemuda itu:

Jumat, 22 Februari 2013

Obat Mujarab Agar Tidak Sakit Hati


Pada suatu hari yang cerah, seorang guru muda berjalan melintasi sebuah desa. Walaupun usianya baru menginjak dasawarsa ketiga, namun kepandaian dan kebijaksanaannya terkenal di seluruh penjuru negeri.
Tiba-tiba saja, langkahnya dihentikan oleh seorang pemuda yang bertubuh tinggi besar, beraut wajah merah tampak marah dan tidak senang.

"Hei," katanya kasar. "Anda itu tidak berhak mengajari orang lain..!"

Kemudian pemuda ini mulai berteriak menantang dan menghina guru muda ini. "Tahu tidak? Anda ini sama saja bodohnya dengan orang lain. Punya kepandaian sedikit saja, sok tahu! Badan begitu kecil nyalimu cukup besar ya. Ayoo...kalau berani kita berkelahi!"

Dengan wajah tenang, sambil tersenyum sang Guru muda malahan balik bertanya: "Teman. Jika kamu memberi hadiah untuk seseorang, tapi seseorang itu tidak mengambilnya, siapakah pemilik hadiah itu?"

Si pemuda terkejut, karena tiba-tiba diberi pertanyaan yang aneh. Spontan, ia menjawab lantang, "Pertanyaan bodoh! Tentu saja! Hadiah itu tetap menjadi milikku karena akulah yang memberikan hadiah itu."

Kamis, 21 Februari 2013

Air dan Awan

Juan, seorang pemuda desa bergegas menuju rumah sederhana tempat Seorang GURU di desa itu tinggal. Wajahnya menampakkan kegembiraan bercampur kegelisahan.

"Ada apa, Juan ?" ucap Sang Guru dengan senyum khasnya.
"Guru, aku diterima kerja di kota sebagai Abdi Rakyat disana!" ungkap sang pemuda kemudian.
Syukurlah," timpal Sang Guru bahagia.
"Guru, kalau tidak keberatan, berikan aku Petuah agar bisa berhasil!" ucap Sang pemuda sambil menunduk & menanti Respon Sang Guru.

"Juan, jadilah seperti AIR, dan jangan ikuti jejak AWAN," untaian kalimat singkat meluncur tenang dari mulut Sang Guru.
Juan berpikir keras memaknai kata-kata Sang Guru, namun terlihat masih belum mengerti sepenuhnya. "Maksudnya, Guru ?" ucapnya kemudian.



"Nak, Air mengajarkan kita untuk senantiasa merendah. Walau berasal dari tempat yang tinggi, ia selalu ingin ke bawah. Semakin besar, semakin banyak jumlahnya; Air kian bersemangat untuk bergerak kebawah. Ia selalu mencari celah untuk bisa mengaliri Dunia dibawahnya," jelas Sang Guru dengan tenang.
"Lalu dengan Awan, Guru ?" tanya si Juan penasaran.

Rabu, 20 Februari 2013

Sungai Kehidupan

Seperti halnya sungai, kehidupan manusia juga mempunyai beberapa hal yang mirip seperti aliran sungai. Bila kita memperhatikan sebuah sungai yang aliran airnya tidak lancar, kita akan mendapati beberapa penyebab, antara lain :

Sampah 


Kadang kita tidak bisa mengalirkan hal-hal yang baik karena hidup kita ditutupi oleh sampah. Sampah berbicara tentang sesuatu yang dimasukkan dalam diri kita seperti Gosip, Pikiran Negatif, Kebencian, Iri Hati, Kemarahan, dsb.

Saat kita membiarkan diri kita termakan oleh gosip atau omongan negatif orang lain, maka rasa Kesal, Marah akan memenuhi hati kita.


Belajarlah menguasai hati, kita tidak bisa melarang orang lain membicarakan kita, namun kita bisa menjaga hati ini untuk tetap tenang.

Batu 

Batu berbicara tentang kekerasan hati.

Tak jarang perbuatan orang lain membuat kita sakit hati, lalu memendam dendam. Dan biasanya kita akan diperhadapkan dengan 2 pilihan : Mau mengampuni atau tetap mengeraskan hati membenci orang itu.

Lumpur

Lumpur berbicara tentang masa lalu.

Mungkin kita memiliki masa lalu yang buruk, yang belum diselesaikan.

Karena itu, penting bagi kita untuk membereskan masa lalu kita agar dapat menjadi sungai yang mengalirkan kehidupan.

Sungai tidak bisa mengalirkan kehidupan kalau ada sampah, batu dan lumpur dalam hidup kita.

Jadi, jangan ada simpan yang negatif dalam hati kita.

Selasa, 19 Februari 2013

Belajarlah Seperti Tanaman

Para sujana dan para sesepuh dahulu selalu memesankan kepada anak cucunya agar memegang teguh "ilmu padi", makin butir padinya berisi, maka tangkainya makin merunduk. Artinya, semakin tinggi ilmu yang dicapai seseorang, janganlah membuat dirinya menjadi sombong, tetapi semakin mampu berendah hati.



Berbagai jenis tanaman sering pula dijadikan media pengajaran nilai2 luhur yang hendaknya dapat dijadikan bekal kehidupan manusia. Sebagai contoh kita dapat belajar dari pohon pisang ! Pohon pisang selalu hidup berkelompok dalam satu rumpun keluarga dengan saling berdekatan satu sama lain. agar bisa saling menguatkan. Dari seluruh bagian pohon pisang, semuanya dapat dimanfaatkan orang. Bahkan mereka berbuah, bukan untuk dimakan sendiri, tetapi justru dipersembahkan untuk kenikmatan orang lain. Pohon pisang juga selalu memikirkan terjadi regenerasi, dengan menumbuhkan tunas2 sebelum mereka mati.

Pohon kelapa juga demikian, mereka juga hampir sama dengan pohon pisang ! Semua bagian pohon dapat dimanfaatkan orang lain. Berbuah juga dipersembahkan untuk orang lain, disamping untuk regenerasi.

14 Pedoman Hidup Manusia

1. Musuh Terutama Manusia Adalah Dirinya Sendiri

Life’s greatest enemy is our self

2. Kegagalan Terutama Manusia Adalah Kesombongan

Life’s greatest failure is arrogant

3. Kebodohan Terutama Manusia Adalah Sifat Menipu

Life’s greatest ignorance is dupe

4. Kesedihan Terutama Manusia Adalah Rasa Iri Hati

Life’s greatest sorrow is jealousy

5. Kesalahan Terutama Manusia Adalah Mencampakan Dirinya

Life’s greatest erroneous is self-abandon

Minggu, 17 Februari 2013

Renungan Kehidupan


Ketika burung hidup, ia makan semut.
Ketika burung mati, semut makan burung.
Jadi, waktu berputar kapan saja.

Maka jangan MERENDAHKAN siapapun dalam hidup ini. Sepatutnyalah kita menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena SIAPA mereka, tetapi karena siapakah DIRI kita sendiri.
Kita mungkin berkuasa tapi WAKTU lebih berkuasa daripada kita.....

Satu pohon dapat membuat jutaan batang korek api, tapi satu batang korek api dapat membakar jutaan pohon.
Jadi, Satu pikiran negatif dapat MEMBAKAR semua pikiran positif.

Sebuah kapal dibuat untuk berada di tengah lautan & bukan hanya diam di dermaga.
Manusia dilahirkan untuk mengarungi kehidupan & bukan menunggu kehidupan ini berakhir.

Mengarungi kehidupan akan banyak ombak & mungkin badai yg akan dihadapi tetapi itulah seni dari kehidupan.Terus kembangkan layar & nikmati perjalanan hingga sampai ke tujuan.

Jangan takut jatuh & salah, setiap kesalahan yg dilakukan adalah bagian dari proses pembentukan kepribadian. Jangan sesali & mengulanginya. Sesalilah jika tidak berubah.

Selasa, 12 Februari 2013

Raket Yang Hilang

Seorang anak lelaki tanpa sengaja merusakkan raket ayahnya. Karena takut, ia menyembunyikan raket itu di bawah tempat tidur kamarnya.

Setiap kali ayahnya memasuki kamar, hatinya ketakutan. Ia sengaja duduk di atas tempat tidur, khawatir sang ayah mengangkat tempat tidur dan menemukan raket yang ia rusakkan.
Karena itulah ia selalu berusaha memindahkan raket itu ke tempat lain sesering ia mampu dgn harapan sang ayah tidak akan dapat menemukannya.
Sejauh ini semuanya selalu bisa diatasi dengan baik. Kesalahannya tetap tertutup rapat-rapat di depan ayahnya.

Namun, selama itu pula hatinya tidak tenang. Setiap saat rasa bersalah muncul dan menghakiminya. Ke mana pun ia pergi, hatinya selalu tertuju pada raket sang ayah yang ia rusakkan.
Semakin sering ia memindahkan raket yg ia rusakkan, ia semakin gelisah, karena itu berarti semakin sedikit tempat yg memungkinkan ia menyembunyikan raket rusak itu.

Senin, 11 Februari 2013

Nilai Diri


Suatu ketika, ada seorang kakek yang sedang berada di sebuah taman kecil. Di dekatnya terdapat beberapa anak yang sedang bermain pasir, membentuk lingkaran. Ia lalu menghampiri mereka, dan berkata: ….

“Siapa yang mau uang Rp. 10.000!!” Semua anak itu berhenti bermain dan serempak mengacungkan tangan. Ia lalu berkata, “Kakek akan memberikan uang, tapi, setelah kalian semua melihat ini dulu.” ……Kakek itu lalu meremas-remas uang itu hingga lusuh. Di remasnya terus hingga beberapa saat. Ia lalu kembali bertanya “Siapa yang masih mau dengan uang ini? Anak-anak itu tetap bersemangat mengacungkan tangan…….“Tapi,… kalau kakek injak bagaimana? “. Lalu, kakek itu malah menjatuhkan uang itu ke tanah dan menginjaknya dengan sepatu. Di pijak dan di tekannya keras-keras uang itu hingga kotor. Beberapa saat, Ia lalu mengambil kembali uang itu. Dan ia kembali bertanya: “Siapa yang masih mau uang ini?” Tetap saja…. Anak-anak itu tetap mengacungkan jari mereka….

Teman-teman, kita belajar sesuatu yang sangat berharga dari cerita itu. Apapun yang dilakukan oleh si Kakek, semua anak akan tetap menginginkan uang itu, sebab, tindakan itu tak akan mengurangi nilai dari uang yang di hadiahkan. Uang itu tetap berharga Rp. 10.000

Minggu, 10 Februari 2013

Hukum Tabur Tuai


James Bender dalam bukunya, "How to Talk Well" (McGray-Hill Book Company, 1994], menyebutkan sebuah cerita tentang seorang petani yang menanam jagung unggulan dan sering kali memenangkan penghargaan petani dengan jagung terbaik sepanjang musim.

Suatu hari, seorang wartawan dari koran lokal melakukan wawancara dan menggali rahasia kesuksesan petani tersebut. Wartawan itu menemukan bahwa petani itu membagikan benih jagungnya unggulannya kepada para tetangganya.



"Bagaimana Anda bisa berbagi benih jagung unggul itu dengan tetangga Anda, lalu bersaing dengannya dalam kompetisi yang sama setiap tahunnya?" tanya wartawan, dengan penuh rasa heran dan takjub.

"Tidakkah Anda mengetahui bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari jagung yang akan berbuah dan membawanya dari satu ladang ke ladang yang lain. Jika tetangga saya menanam jagung yang jelek, walaupun saya menanm Jagung Unggulan maka tetap saja kualitas jagung saya akan menurun ketika terjadi penyerbukan silang. Jika saya ingin menghasilkan jagung kualitas unggul, saya harus membantu tetangga saya untuk menanam jagung yang bagus pula," jawab si petani.

Sabtu, 09 Februari 2013

Tiga Kata Ajaib


Kisah ini terjadi di sebuah pesta perpisahan sederhana tentang pengunduran diri seorang direktur. Diadakanlah sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan dan kritikan dari anak buah kepada Sang Direktur yang akan segera memasuki masa pensiun.

Karena waktu terbatas, kesempatan pernyataan tersebut dipersilahkan dalam bentuk tulisan. Di antara pujian & kesan yang diberikan, dipilih dan dibingkai untuk diabadikan kemudian dibacakan di acara tersebut, yakni sebuah tulisan dari seorang office boy yang telah bekerja cukup lama di perusahaan itu.

Dia menulis semuanya dengan huruf kapital sebagai berikut :

• Yang terhormat Pak Direktur. Terima kasih karena Bapak telah mengucapkan kata TOLONG, setiap kali Bapak memberi tugas yang sebenarnya adalah tanggung jawab saya.

• Terima kasih Pak Direktur karena Bapak telah mengucapkan MAAF, saat Bapak menegur, mengingatkan dan berusaha memberitahu setiap kesalahan yang telah saya perbuat, karena Bapak ingin saya merubahnya menjadi kebaikan.

Jumat, 08 Februari 2013

Melapisi Jalan Yang Berbatu

Seorang maharaja akan berkeliling negeri untuk melihat keadaan rakyatnya. Ia memutuskan untuk berjalan kaki saja. Baru beberapa meter berjalan diluar istana, kakinya terluka karena terantuk batu. Ia berpikir, “Ternyata jalan-jalan dinegeriku ini jelek sekali. Aku harus memperbaikinya.”
Maharaja lalu memanggil seluruh menteri istana. Ia memerintahkan untuk melapisi seluruh jalan-jalan di negerinya dengan kulit sapi yang terbaik. Segera saja para menteri istana melakukan persiapan-persiapan. Mereka mengumpulkan sapi-sapi dari seluruh negeri.



Di tengah-tengah kesibukan yang luar biasa itu, datanglah seorang pertapa menghadap maharaja, “Wahai paduka, mengapa paduka hendak membuat sekian banyak kulit sapi untuk melapisi jalan-jalan dinegeri ini, padahal sesungguhnya yang paduka perlukan hanyalah dua potong kulit sapi saja untuk melapisi telapak kaki paduka.”

Konon sejak itu pulalah dunia menemukan pelapis telapak kaki yang kemudian kita sebut sebagai “sandal”.