Selasa, 18 Juni 2013

Pedang Sang Ksatria

Pada zaman kekaisaran heiko di jepang, sistem pemerintahan dipegang oleh orang orang pribumi negara itu sendiri, militer saat itu dimana kita tau semuanya menggunakan pedang, atau yg kita sebut dengan samurai

Musim panas tahun ini tampak sangat mengkhawatirkan, ntah dari segi pangan, maupun sosial di kala itu. Kaisar Tenno Heika mengalami depresi yg amat berat, kritik datang silih berganti,ntah dari kalangan rakyat maupun dari kalangan menteri menteri.

Saat itu jepang masih dalam perebutan wilayah kekuasaan dengan negara barat. Serangan yg di lancarkan di darat maupun udara oleh pihak sekutu sangatlah meresahkan kaisar Heika, apalagi pada saat sekutu mulai menduduki Hiroshima,pusat perdagangan pada saat itu di Jepang.



Kaisar yg bingung akhirnya tak tinggal diam ,dia mengutus seluruh kesatria nya untuk maju ke medan perang. Jiwa kesatria sangatlah erat dengan pedangnya, pedangnya menunjukan kekuatan sang kesatria, maka tak tanggung tanggung, kaisar meminta seorang pandai besi terkemuka pada saat itu, dia di suruh membuatkan 5 pedang terbagus, yang nantinya akan dipilih oleh seorang Jendral.

Mulailah sang pandai Besi berkerja, Dipanaskanya besi pilihan, dileburkanya bersama intan,di bakar lagi dengan suhu lebih dari 200 derajat celcius, Dituangkannya kedalam cetakan,Dibakar lagi, Di dinginkan saat dalam keadaan panas, setelah itu di bakar lagi, di pukul pukul hingga menjadi pipih, setelah rampung, di ukir nya kembali dengan pahatan pahatan khusus


Akhirnya semua pedang telah selesai di buat oleh sang pandai besi. dia Segera membawa pedang tersebut dan melapor kepada kaisar
"Lapor, hamba telah membuat seperti apa yg anda pesan tuanku" kata sang pandai besi
"Bawa kemari, sekalian panggilkan Jendral ku, akan ku suruh ia memilih pedang pedang ini"

Sang Jendral, akhirnya memasuki ruangan dimana kaisar dan pandai besi tersebut ada, dia di suguhkan 5 pedang yg berbeda.
Kesatria tersebut sangatlah teliti, ia memilih secara pelan pelan, melihat gagangnya,mengukur ketajamannya, dirasakan besi nya,dilihat pula sarung pedangnya. tampak teliti sekali
akhirnya sang kesatria tersebut memilih pedang yg paling bagus, indah,tajam,terbungkus dengan sarung yg kokoh, dengan gagang yg nyaman untuk di pegang.
Dinamailah pedang itu dengan nama " Kenjutsu " , salah satu pedang terbaik masa itu.

Teman teman sekalian
kita sebagai umat Tuhan Yg Setia, harusnya selalu berserah diri kepada Tuhan, walaupun Masalah terus saja Menghadang kita, tak seharusnya kita berputus asa. kita dalam berserah diri di umpamakan sebuah pedang, sama seperti cerita di atas. sebelum kita menjadi sebuah pedang, Kita di terpa segala macam musibah, mungkin ada yg sangat menyakitkan, tapi semua rasa sakit dan perih saat itu Seakan sirna saat kita menjadi seseorang yg Berhasil, yg berdiri tegak di atas bukit kehidupan ini.
Tajamkan lah pedang itu, baguskan lah, tambahi gagang yg cantik agar kesatria yg di suguhkan dengan beberapa pedang lainya akan memilih pedang itu
Ibaratkan anda pedang itu dan kesatria itu adalah Tuhan, hiasi lah hidup anda dengan hal hal yg baik dan indah di mata Tuhan, sehingga tuhan akan lebih melihat anda di banding yg lainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar